Rurienet: Hikayat
Showing posts with label Hikayat. Show all posts
Showing posts with label Hikayat. Show all posts

Sunday, October 9

Fadilat Sodaqoh

Diceritakan bahwa Abdullah bin Mubarak yang sedang melewati Kufah
(kota di Iraq) dalam perjalanan beliau untuk melaksanakan ibadah haji
ke Mekkah,disana beliau melewati seorang perempuan yang sedang
mencabuti bulu bebek.Melihat itu,terlintas dalam hatinya bahwa bebek
itu adalah bangkai/tidak disebelih sebelumnya.Abdullah pun bertanya
kepada perempuan itu."Wahai perempuan,apakah binatang ini sudah
disembelih?Perempuan itu lalu menjawab:"Tidak,binatang ini adalah
bangkai.Dan aku hendak memakannya beserta anak-anakku".
Mendengar jawaban perempuan itu,Abdullah langsung
berkata:"Sesungguhnya Allah SWT. mengharamkan bangkai,kenapa kamu
ingin memakannya?"
Namun bukannya mendengarkan,perempuan itu justru mengusir Abdullah bin
Mubarak dengan perkataan :"Pergi saja kamu,dan jangan hiraukan aku".
Berapa kali perempuan itu menyuruh Abdullah untuk pergi,tapi beliau
tetap tak mau pergi.
Akhirnya perempuan itupun berkata:"sebenarnya aku mempunyai beberapa
orang anak,dan mereka sudah tiga hari tidak makan,sedangkan aku tidak
punya apapun untuk memberi makan anak-anakku."
Setelah mendengar kata-kata perempuan itu,Abdullah bin Mubarak
bergegas pergi.Lalu beliau memenuhi punggung keledainya dengan
makanan,pakaian dan perongkosan hidup lainnya dan membawanya kerumah
perempuan tadi.Sesampainya didepan rumah,beliau segera mengetuk pintu
rumah.Setelah dibukakan pintu,beliau pukul keledai tadi hingga masuk
kedalam rumah perempuan itu,dan beliau berkata :"Ini nafkah,pakaian
serta makanan,semuanya untukmu.
Karena ingin membantu perempuan itu,Abdullah bin Mubarak ketinggalan
waktu untuk berhaji ke Mekkah,saat itu ibadah haji sedang
dilaksanakan.Beliau akhirnya bertahan dikampung tersebut untuk
menunggu rombongan haji yang pulang.Setelah rombongan haji melewati
kampung itu,Abdullah pun ikut pulang bersama mereka.Sesampai ditempat
kediamannya,orang-orang bersegera kerumah beliau untuk mengucapkan
selamat atas kedatangan beliau dari ibadah haji,namun beliau
mengatakan kepada orang-orang yang datang,bahwa beliau tidak sempat
ikut berhaji.Hadirin pun tercengang mendengar apa yang di katakan
Abdullah.Lalu salah seorang jemaah haji yang yang pergi bersama
Abdullah berkata:"Subhaanallah,!!Bukankah aku titipkan barang-barangku
kepadamu saat kami pergi waktu di padang arafah kemaren?"Jemaah yang
lain juga berkata:"Bukankah kamu yang memberikan aku minuman ditempat
begini??"(maksudnya salah 1 dari tempat ibadah haji).Jemaah yang
ketiga ikut berkata:"Bukankah kamu yang membelikan aku barang ini saat
musim haji tadi??".Abdullah bin Mubarak menjawab:"Aku tidak mengerti
apa yang kalian bicarakan!?,aku memang benar-benar tidak berhaji tahun
ini."
Manakala malam hari setelah kejadian itu,Abdullah bin Mubarak bermimpi
mendengar suara orang berkata:"Wahai Abdullah,sesungguhnya Allah telah
menerima sedekah engkau,dan Allah mengutus Malaikat atas rupa engkau
dan dia berhaji untukmu.



Sumber : Annawadir.

Sunday, April 24

Dibalik Jilbab Wanita Tua

Diadaptasi dan diolah dari kisah perjalanan Alhabib Quraisy bin Qosim Baharun

Gumpalan awan-awan putih nan bersih laksana kapas menjadi selimut dari badan pesawat.Dengan sayap yang kokoh,ia menerobos cakrawala,mengintari udara,mengintai wilayah-wilayah tujuan para penumpang.Ini kisah terjadi ditahun 1996,sebuah perjalanan saya dari Afrika menuju Yordan dan transit selama satu hari disana.Didalam pesawat saya duduk bersebelahan dengan seorang ibu tua yang berjilbab rapi dengan kadar usianya berkisar 65 atau 70 tahun. Dalam perjalanan,ibu tua itu bertanya kepada saya dengan bahasa arab yang fasih ;
"Kemana anda akan pergi?"
Saya jawab;"Saya akan transit ke Yordan,kemudian melanjutkan perjalanan ke Yaman".
"Dimana asal anda?" tanya dia lagi,juga masih dengan bahasa arab yang sangat fasih.
Saya katakan;"Saya berasal dari Indonesia"

Sejurus kemudian ia merubah perbincangan dengan bahasa Indonesia,padahal ibu tua itu sendiri adalah wanita kelahiran Jerman dan warga negara Kanada.Ia lantas berbicara dengan bahasa Indonesia yang sangat fasih,setelah bertanya "Adik di Indonesia dimana?".Saya bilang;"Saya di Jawa".

Ibu itu lantas merubah komunikasi dengan menggunakan bahasa jawa yang sangat halus dan hampir-hampir saya tidak paham.

Saya katakan;"Luar biasa,ibunda begitu banyak menguasai bahasa,sampai bahasa Indonesia dan jawa sekalipun,padahal anda orang barat".

Ibu tua itu tersenyum dan mengatakan;"Saya Alhamdulillah menguasai 11 bahasa dan 20 bahasa daerah"

Rentang waktu berikutnya,pembicaraan kami beralih tentang hal-hal yang berkaitan dengan agama.Mulai ia mengupas Alqur'an dengan indah dan mahirnya.
Saya tanya; "Apakah ibunda hafal Alqur'an?".Ia menjawab; "Ya,saya telah menghafal Alqur'an dan saya rasa tidak cukup hanya menghafal Alqur'an,sehingga saya berusaha menghafal tafsir Jalalain dan saya hafal".

Ia melanjutkan,"Namun Alqur'an harus bergandengan dengan hadits.Sehingga saya kemudian berupaya lagi menghafal hadits tentang hukum sehingga saya hafal kitab Bulughul Maram diluar kepala".
"Lantas saya masih belum merasa cukup,karena didalam islam bukan hanya ada halal dan haram,tapi ada fadhailul amal,maka saya pilih kitab Riyadus Sholihin untuk saya hafal,lalu disisi agama ada namanya tasawuf,maka saya cenderung pada tasawuf sehingga saya memilih kitab Ihya 'Ulumuddin dan sampai saat ini saya sudah 50 kali mengkhatamkannya.Saking seringnya saya membaca Ihya 'Ulumuddin sampai-sampai bab Ajaibul Qulub saya hafal di luar kepala".

Saya berfikir,luar biasa ibu ini,Namun karena saya tidak mau percaya begitu saja,Akhirnya saya coba test.Apakah benar ia hafal Alqur'an?Ternyata benar.Apakah benar ia munguasai tafsir Jalalain tentang asbabunnuzul dan goul Ibnu Abbas?,ternyata ia bisa menjawab dengan piawai.

Saya angkat permasalahan Ihya mawat di kitab Bulughul maram,ternyata ia menjabarkannya.Lalu kemudian dikitab Riyadussholihin beberapa hadits ia sebutkan sesuai dengan apa yang disebutkan oleh kitab Dalilul Falihin sebagai syarahnya.Dan ia jelaskan masalah hati ,psikologi berbasis kitab Ihya 'Ulumuddin dalam pasal bab Ajaibul Qulub.

Geleng-geleng kepala saya.Luar biasa ibu tua ini,karena sejauh ini,Selain guru saya,Saya belum temukan orang yang sekaliber ibu yang ada disamping duduk saya ini.

Pesawat mendarat landing di airport.Ketika sudah berhenti,beliau akan mengambil tas yang ada dikabin.Saya coba bantu ambilkan,saya turunkan ada tiga tas kelantai pesawat.Subhanallah....Ketika beliau menunduk untuk mengambil tas itu ternyata keluar dari bilik jilbabnya seutas kalung yang bertanda palang salib.

Seperti petir disiang bolong menyambar saya.Saya tertunduk dengan lemah,ibu tua itu hanya tersenyum dan mengatakan "Akan saya jelaskan kepadamu nanti dihotel".

Karena kami transit selama satu hari satu malam,maka diruang reception (ruang tunggu) ia tunjukkan nomor kamarnya kepada saya dan kemudian kita bertemu di lobi restaurant.

Dia mengatakan kepada saya."Saya bukan orang kristen,saya mantan orang kristen,Dan kalung ini bukan berarti saya kristen,tapi kalung ini adalah pemberian almarhum ibu saya".Ibu tua itu pun mengatakan bahwa ia telah mempelajari beberapa agama,kristen,hindu, juga Islam.

Ia juga sempat mengungkapkan ketertarikannya mengenai keagungan yang ada dibalik wahyu Allah Swt dan Hadits Nabi Muhammad SAW.
Lalu saya tanyakan "Ibu apa agamanya sekarang?"
Dia katakan "Saya tidak beragama"
"Seandainya ibu masuk agama Islam,begitu membaca syahadat,ibu akan langsung mendapat titel kiyai haji".Kata saya karena demikian luas ilmu yang ia miliki.Ia menjawab "Mungkin karena saya belum dapat hidayah dari Allah".

Saya sempat meneteskan air mata bersyukur kepada Allah Swt,bagaimana orang seperti dia yang sudah hafal Alqur'an dan lain sebagainya belum Allah izinkan untuk beriman kepada-Nya.Sementara kita tanpa usaha apapun,telah dipilih oleh Allah Swt untuk menjadi seorang yang muslim.Alhamdulillahirabbil Alamien.Terimakasih ya Allah telah kau jadikan kami hamba-Mu yang beriman.Semoga selamanya dihiasi dengan iman.
"Nas alullaha bi husnil khatimah",Amiin.

Sumber:MSD PPD

Monday, April 18

Takabbur Terhadap Nikmat,Apa Yang Terjadi Padanya..??

Hikayat:

Adalah seseorang yang kaya raya dan memiliki banyak harta,suatu hari dia,sedang makan bersama-sama keluarganya,(Istrinya).Makanan lezat sedang mereka hadapi,Pada saat itu datang seorang pengemis dan meminta makanan pada mereka.Dengan kasarnya,sang suami menolak memberi makan sipengemis.

Beberapa waktu berlalu setelah kejadian itu,hingga suatu hari terjadi percerain pada sikeluarga kaya ini.Maka kawinlah sang istri dengan laki-laki lain.

Bersama suami kedua ini,dia (istri) hidup bahagia dan berkecukupan.Suatu ketika,mereka sedang menghadapi hidangan,datang seorang pengemis dan meminta makanan.Karena suami "kedua" ini mempunyai sifat pemurah,diapun berkata pada istrinya,:"Berikan ayam bakar ini kepadanya".

Istrinya pun memberikan makanan itu kepada sipengemis.Betapa terkejutnya sang istri setelah melihat pengemis itu,Ternyata pengemis itu adalah suaminya yang dulu (mantan suaminya).

Kejadian itupun diceritakannya pada sang suami..Namun apa jawaban suaminya? Demi allah..!! Akulah sipengemis dulu yang meminta makanan pada kalian.Sungguh allah pindahkan harta dan keluarganya (suami pertama) kepadaku,karena dia tidak bersyukur atas nikmat allah.

Sumber:النوادر

Saturday, March 26

Kelebihan puasa

Diriwayatkan dari sufyan atssauri R.A beliau berkata: "aku pernah bermuqim dimekkah selama 3 tahun,saat itu ada seorang laki-laki dari penduduk mekkah,dia rutin berkunjung kemasjidil haram pada tiap tengah hari.Kemudian dia thawaf dan sembahyang.Lalu memberi salam kepadaku.Setelah itu dia pulang kerumahnya.Karena rutinnya hingga terjadilah persahabatan antara kami,kami saling kunjung mengunjungi.

Pada suatu hari laki-laki itu jatuh sakit.Dan memanggilku.Lalu dia berwasiat".Katanya:"apabila aku mati engkau yang memandikan jasadku, sembahyangkanlah aku,kubur aku,setelah itu jangan engkau tinggalkan aku hingga malam hari.Tunggui lah kuburku dalam keadaan sendirian,dan ajarkan aku kalimat tauhid pada ketika malaikat munkar dan nakir menanyaku".Sufyan atssauri lalu berkata:"ya aku berjanji akan melaksanakan perintahmu".

Lalu cerita beliau lagi,ketika laki-laki itu meninggal,aku kerjakan apa-apa yang diwasiatkannya kemaren dan aku bermalam disisi kuburnya.Manakala aku antara tidur dan sadar,ku dengar suara dari atas.Katanya:"hai sufyan dia tidak perlu kau tunggui dan tidak perlu kau ajarkan kalimat tauhid,kamilah yang menjaganya dan kamilah yang akan mengajarkannya kalimat tauhid.Lalu aku bertanya:"dengan apa dia dipelihara?"maka dijawab:"dengan puasanya pada bulan ramadhan dan dia lanjutkan dengan enam hari dibulan syawwal.Lalu aku terbangun kata imam sufyan atssauri.Tapi aku tidak melihat seorangpun,kemudian aku berwudhu,dan sembahyang dua rakaat.Kemudian aku tidur lagi.Pada saat antara tidur dan sadar,kudengar lagi suara seperti tadi.Dan kejadian itu berulang-ulang hingga 3x.Maka tahulah aku bahwa ini dari allah yang bersifat rahman,bukan dari syaitan.Kemudian aku pulang dan berdoa:
اللهم وفقني لصيام ذلك بمنك وكرمك آمين.‎

Sumber: النوادر

Wednesday, March 16

Keutamaan sadaqah

Dihikayatkan dari abu qilabah,bahwa beliau pernah pada suatu malam
bermimpi melihat pekuburan,seakan kubur-kubur yang ada disitu terbelah
dan keluarlah orang-orang yang ada dikubur itu.Kemudian mereka duduk
di sisi kubur masing-masing.Dihadapan mereka nampak satu wadah yang
penuh dengan nur.Namun diantara mereka itu ada seorang laki-laki yang
tidak ada wadah dihadapannya,maka bertanya abi qilabah kepada
laki-laki itu.Kata beliau "kenapa aku tidak melihat wadah yang penuh
nur dihadapanmu seperti yang lain?Laki-laki itu menjawab "mereka yang
dihadapannya ada wadah yang penuh dengan nur itu mempunyai anak dan
keluarga,anak-anak mereka mendo'akan,dan bersadaqah untuk meraka.Dan
nur yang ada dihadapaan mereka itu adalah pahala yang dikirimkan oleh
anak dan keluarganya untuk mereka.Sedangkan aku mempunyai anak yang
tidak shaleh,dia tidak mendoakan aku,dan tidak bersadaqah
untukku,sehingga tidak ada wadah yang penuh nur dihadapanku,aku sangat
malu dengan tetangga tetanggaku".
Setelah itu abi qilabah terbangun dari tidurnya,lalu beliau memanggil
anak dari laki-laki dalam mimpi tsb.Beliau ceritakan kepada anak itu
apa-apa yang beliau lihat dalam mimpi tadi.Anak itu lalu berkata
"sekarang aku bertaubat dan tidak akan kembali kepada perbuatanku yang
dulu".
Hari hari berikutnya sang anak tidak lagi berbuat maksiat,dia
benar-benar bertaubat dan berbuat taat.Dia selalu mendoakan orang
tuanya,dan bersadakah untuk orang tuanya.
Setelah beberapa waktu,suatu malam abu qilabah kembali bermimpi
melihat pekuburan itu,dan dilihatnya laki-laki yang dulunya tidak ada
wadah yang penuh dengan nur dihadapannya,sekarang dihadapannya sudah
ada wadah yang penuh nur,bahkan nur itu lebih terang dan lebih
sempurna dari yang lain.Laki-laki itu lalu berkata "hai abu
qilabah,semoga allah membalas atas kebaikanmu terhadapku.Berkat
perkataanmu,engkau selamatkan anakku dari api neraka,dan engkau
selamatkan aku dari rasa malu terhadap tetanggaku".

Sumber:النوادر ‏للشيخ ‏أحمد شهاب الدين بن سلامه القليوبى